Surah Al Waqiah Ayat 27-40 Agar Keinginan Terkabul

hpk
Surah Al Waqiah Ayat 27-40

Surah Al Waqiah Ayat 27- 40 berisi tentang kalangan kanan yang diberikan rezeki serta kenikmatan luar biasa di surga. Sebab itu, penting untuk Muslim mengamalkan serta menghafal Surat Al Waqiah yang salah satu keistimewaannya buat memperlancar rezeki.

Para ulama menerangkan keutamaan membaca surat Al Waqiah pada masing - masing malam bakal dimudahkan serta dicukupkan rezekinya oleh Allah SWT, dan dijauhkan dari kefakiran.

Baca Juga Manfaat Membaca Surat Al Waqiah Setelah Sholat Maghrib, Terbebas dari Kemiskinan

Surat Al Waqiah artinya Hari Kiamat. Surat ini berjumlah 96 ayat termasuk surah Makkiyyah yang turun pada masa Rasulullah belum hijrah ke Madinah.

Berikut Surah Al Waqiah Ayat 27- 40 Agar Keinginan Terkabul:


27. وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ

Wa aṣ-ḥābul-yamīni mā aṣ-ḥābul-yamīn

Dan golongan kanan, siapakah golongan kanan itu.


28. فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ

Fī sidrim makhḍụd

(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,


29. وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ

Wa ṭal-ḥim manḍụd

dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),


30. وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ

Wa ẓillim mamdụd

dan naungan yang terbentang luas,


31. وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ

Wa mā`im maskụb

dan air yang mengalir terus-menerus,


32. وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ

Wa fākihating kaṡīrah

dan buah-buahan yang banyak,


33. لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ

Lā maqṭụ'atiw wa lā mamnụ'ah

yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,


34. وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ

Wa furusyim marfụ'ah

dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.


35. اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ

Innā ansya`nāhunna insyā`ā

Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,


36. فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ

Fa ja'alnāhunna abkārā

lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,


37. عُرُبًا اَتْرَابًاۙ

Uruban atrābā

yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,


38. لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ

Li`aṣ-ḥābil-yamīn

untuk golongan kanan,


39. ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ

Sullatum minal-awwalīn

segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,


40. وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ

Wa ṡullatum minal-ākhirīn

dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.

Artinya: Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak terhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta, lagi sebaya usianya. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) golongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian. (QS. Al Waqiah Ayat 27-40).

Dalam Tafsir Ibnu katsir disebutkan mengenai kenikmatan penduduk surga ialah terdapat tumbuhan bidara yang tiap durinya berganti jadi buah yang beragam.

Rasulullah SAW telah bersabda bahwa "Sesungguhnya Allah telah menggantikan tiap duri itu dengan buah seperti pelir kambing gunung yang gemuk, pada tiap buah terdapat tujuh puluh macam rasa yang satu sama lainnya tidak serupa (tidak sama rasanya)".

Dalam ayat yang lain disebutkan tentang buah pisang yang bersusun- susun serta naungan yang terbentang luas. Berkaitan dengan ayat 30 tersebut, Imam Bukhari dalam riwayatnya mengatakan supaya membaca ayat 30 itu berulang bila menyukainya.

 ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ -يبلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-قَالَ: "إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَا يَقْطَعُهَا، اقرؤوا إِنْ شِئْتُمْ: {وَظِلٍّ مَمْدُودٍ} 

Abu Hurairah  menyampaikannya dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, bila seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun, ia masih belum menempuhnya. Bacalah oleh kalian jika kalian suka akan firman-Nya, "Dan naungan yang terbentang luas.” (Al-Waqiah: 30). (HR. Imam Bukhari)

Imam Muslim juga meriwayatkan hadist ini melalui Al-Araj dengan sanad yang sama. 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظلها مائة سنة، اقرؤوا إن شئتم: {وَظِلٍّ مَمْدُودٍ} 

Dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara memerlukan waktu seratus tahun untuk menempuh naungannya. Bacalah oleh kalian jika kalian suka akan firman-Nya, "Dan naungan yang terbentang luas.” (Al-Waqiah: 30) Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui hadis Al-Araj dengan sanad yang sama. (HR. Imam Muslim)

Mufasir M Quraish Shihab dalam Tafsir Al Mishbah menerangkan, tema utama Surat Al Waqiah tentang Hari kiamat dan uraian apa yang hendak berlangsung di bumi, dan kenikmatan yang hendak diperoleh orang - orang bertakwa serta apa yang hendak dirasakan para pendurhaka perintah Allah SWT nanti di hari kiamat. Al Biqai berkomentar kalau terdapat 3 kelompok ataupun kalangan yang dijabarkan dalam Surat Al Waqiah. kesatu, orang- orang yang dekat dengan Ar Rahman tampak mendahului orang - orang taat yang lain. Kelompok ini diucap As Saabiqun.

Kelompok kedua orang - orang taat tidak hanya mereka As Saabiquun ialah Ashabul Yamin, serta kelompok ketiga, orang - orang yang secara terang- terangan melangsungkan kedurhakaan serta berlagak munafik baik dari kelompok manusia ataupun jin. Mereka ini diucap ashabul masyamah. 

Wallahu Alam

0 Response to "Surah Al Waqiah Ayat 27-40 Agar Keinginan Terkabul"

Posting Komentar

Gunakan bahasa yang baik dan benar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close