Dosa Tidak Menutup Aurat Bagi Anak Perempuan Ditanggung Sang Ayah

hpk
azab tidak menutup aurat

Kerap kali kita tak sengaja membiarkan aurat kita terbuka di depan umum, Namun apakah anda tahu dosa yang akan ditanggung bagi anak perempuannya yang tidak menurut aurat akan dilimpahkan kepada sang ayahnya? atau bagi yang sudah berkeluarga akan ditanggung kepada suaminya.

Di dalam islam azab tidak menutup aurat itu amat pedih, bila kalian sudah megetahuianya. Seperti yang telah Rasullullah perlihatkan gambaran tentang siksaan serta pembalasan ketika semasa peristiwa Isra dan Mikraj. Sesungguhnya siksa neraka bagi wanita yang membuka aurat sangat pedih. Yaitu sebagai berikut :

Peristiwa Isra’

  • Orang yang bercucuktanam mengeluarkan akibat yang tak sedikit dan cepat.Gambaran orang-orang yang membelanjakan harta di jalan Allah
  • Mencium aroma yang wangi iaitu aroma tukang sikat Firaun yg beriman terhadap Allah
  • Sekumpulan insan menghempap kepala masing-masing dengan batu berulangkali. Gambaran orang-orang yg berat melakukan solat fardhu.
  • Kumpulan insan telanjang memakan rumput berduri, buah zakkum yg sangat pahit dan makan bara api Jahannam. Balasan orang-orang yg tak suka menderma, bersedeqah dan tak mengeluarkan zakat.
  • Orang yg mengguntingkan pengecap tak berhenti-henti. Balasan orang-orang yg bercakap namun tak mengamalkannya.
  • Ssekumpulan insan makan daging basi sedangkan ada daging baik, balasan orang-orang yg berzina sedangkan dia ada isteri yg sah.
  • Orang yg karam muncul dalam lautan darah dan dilemparkan dengan batu. Balasan orang-orang yg makan riba.
  • Kumpulan insan mencakar-cakar muka dan dada dengan kuku yg tajam. Balasan orang-orang yg suka mengumpat.
  • Orang yg mengangkat arsip kayu yg tak sedikit tak terangkat olehnya. Balasan oarang yg mendapatkan mandat namun tak mampu melaksanakannya.
  • Seekor lembu keluar dari celah kecil namun tak bisa masuk semula ke dalam celah tersebut. Gambaran orang-orang yg suka bercakap besar.

Peristiwa Mi’raj

  • Wanita menangis sambil meminta pertolongan namun tiada yg mampu membantu. Gambaran balasan wanita yg berhias bukan kerana suaminya.
  • Wanita tergantung pada rambutnya, otaknya menggelegak dalam periuk. Balasan wanita yg tak menutup auratnya (rambut)
  • Wanita berkepala semacam babi, badannya semacam kaldai dan mendapatkan beberapa balasan wanita yg suka membikin fitnah, bermusuh dengan jiran dan membikin dusta.
  • Wanita yg mukanya hitam dan menyunyah isi perutnya sendiri. Itulah balasan bagi wanita yang kerap mengoda dan menghairahkan lelaki.
  • Lelaki dan wanita yang ditarik kemaluannya ke depan dan ke belakang serta dilontarkan mukanya ke api neraka. Kemudian ditarik dan dipukul sampai keluar api dari badannya. Balasan orang-orang yg membesarkan diri dan takabur terhadap orang-orang ramai.
  • Lelaki dan wanita dimasukkan logam pembakar daging dari duburnya, keluar sampai ke mulutnya. Balasan orang-orang yg membikin fitnah, mengejek dan mencaci.
  • Wanita yang tergantung rambutnya di pohon Zakkum, api neraka membakarnya sampai kering kecut dagingnya terbakar. Balasan bagi wanita yang meminum obat untuk membunuh janinnya (Kecuali diharuskan untuk menggugurkannya).
  • Wanita yang dibelenggu dengan api neraka, dengan mulutnya yang terbuka lebar serta keluar api dari perutnya. Balasan bagi wanita yangg menjadi penyanyi yang tak pernah bertaubat.
  • Lelaki dan wanita yang masuk api dari duburnya lalu keluar dari mulut. Balasan bagi orang-orang yang memakan harta anak yatim.
  • Lelaki dan wanita kepalanya terbenam ke dalam api, dituang pula air panas ke badannya lalu melecur seluruh tubuhnya. Balasan orang-orang yg berusaha ke arah pergaduhan sesama manusia.

“Wanita keluar rumah tanpa menutup auratnya, Maka dosanya akan ditanggung oleh ayahnya . Dan jika seorang istri keluar rumah tanpa menutup aurat, maka suaminya yang menanggung dosanya”.

“Maka aku tanggung dosa dirinya dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yang telah dirinya lakukan, dari tak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berafiliasi dengan si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang-orang tuanya yang menanggung, dan akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku.” Jika aku gagal, jadi aku merupakan suami yg fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku.” 

Baca Juga Doa Agar Wajah Terlihat Tampan dan Bercahaya

Seringkali, perempuan dipaksa untuk mengikuti pesan tersirat ayah dan suaminya dengan dalih kelak suaminya atau ayahnya yang harus menanggung dosa darinya. Dua hadis di atas dikutip berulang-ulang hingga kita lupa mengkritisinya, lupa kalau di Al-Qur’an dinyatakan setiap orang-orang mempertanggungjawabkan amalnya masing-masing dan tak menanggung dosa orang-orang lain.


وَلَا تَزِرُ وَازِرَةࣱ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۚ وَإِن تَدۡعُ مُثۡقَلَةٌ إِلَىٰ حِمۡلِهَا لَا یُحۡمَلۡ مِنۡهُ شَیۡءࣱ وَلَوۡ كَانَ ذَا قُرۡبَىٰۤۗ إِنَّمَا تُنذِرُ ٱلَّذِینَ یَخۡشَوۡنَ رَبَّهُم بِٱلۡغَیۡبِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَۚ وَمَن تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا یَتَزَكَّىٰلِنَفۡسِهِۦۚ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلۡمَصِیر


“Dan orang-orang yang berdosa tak akan memikul dosa orang-orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu tak akan dipikulkan sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yg mampu engkau beri peringatan hanya orang-orang yg takut terhadap (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tak melihat-Nya dan mereka yg melaksanakan shalat. Dan barangsiapa menyucikan dirinya, sesungguhnya dirinya menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan terhadap Allah-lah daerah kembali.” (Q.S Fathir : 18) 

Lalu, bagaimana dengan dua hadis di awal tadi? Dua-duanya hadis palsu, atau tak ada sanadnya, tak ada jalur periwayatannya yg hingga ke Rasulullah, terbukti Nabi tak sempat bersabda semacam itu. Memang miris kadang, hadis palsu mampu sangat populer, meskipun kitab-kitab hadis telah direvisi dengan tarjih dan penjelasan, segala perjuangan penyaringan keotentikan hadis telah dilakukan, semua hadis sempat menjadi bahan penelitian, melainkan tetap saja dari zaman ke zaman tetap dipopulerkan oleh dai yg tak lebih mumpuni pengetahuan hadisnya. Padahal Nabi telah mengancam menyiapkan kursi khusus bagi yg berdusta atas nama rasul, nah kitanya juga jangan sehingga penyambung dusta dong.

Tapi sebenarnya, kita terbukti mampu saja kena dosa sebab dosa orang-orang lain, umpama sehingga pelopor sebuah dosa, membikin orang-orang  menjadi biasa dengan tindakan dosa tersebut. Ajakan bully ramai-ramai misalnya, online juga tergolong ya, ingat, memerangi kemungkaran itu tak dengan berbuat kemungkaran lain.


مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء


“Siapa yg mempelopori satu kebiasaan yg kurang baik dalam islam, jadi dirinya memperoleh dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang-orang yg melakukan keburukan itu sebab ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim)

Sebenarnya, bukan cuma ayah dan suami, dengan cara umum, kita semua juga harus meluruskan dikala ada sebuah kezaliman terjadi, setidaknya menasihati atau bersikap tak setuju.


مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ


“Siapa yang melihat kemungkaran hendaklah meluruskannya dengan tangannya, jadi apabila tak mampu (hendaklah meluruskan) dengan lisannya, apabila tak mampu (hendaklah dirinya meluruskan) dengan hatinya dan ini merupakan iman yg paling lemah.” (HR. Muslim)

Sebagai orang-orang tua dan pasangan, kita juga ingin dan mestinya memiliki andil untuk membikin anak dan pasangan kita menjadi lebih baik tapi menasihati tak boleh memaksa, menasihati itu mengasihi, bukan menyakiti apalagi memutus silaturahmi. Sekeras apapun kita ingin mengubah orang-orang lain, orang-orang lain tak akan berubah kecuali dianya yg mau, kita cuma punya kontrol atas diri kita sendiri, sehingga selayaknya kita lebih tak sedikit refleksi diri daripada menghakimi yg lain.

Bahkan sekelas Nabi pun tak menjamin anak dan istrinya akan nurut-nurut saja, Nabi Nuh tak menanggung dosa Kan’an yg menolak beriman dan naik bahtera, begitu pula Nabi Luth tak menanggung dosa istrinya yg durhaka dan suka bergunjing. 

Sehingga untuk para suami dan Ayah, harap memerintahkan anak maupun istrinya untuk segera menutup auratnya, karenanya dosanya akan ditanggung mereka.

Wallahu a’lam bis shawab

0 Response to "Dosa Tidak Menutup Aurat Bagi Anak Perempuan Ditanggung Sang Ayah"

Posting Komentar

Gunakan bahasa yang baik dan benar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close