Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wakafa Billahi Syahida Artinya Apa? Surat Al Fath Ayat 28

Wakafa Billahi Syahida

Islamtwins.com - Wakafa Bilahi Syahida ialah bagian dari Al-Fath ayat 28 yang merupakan surat atau ayat Madaniyyah yang diturunkan kepada Nabi SAW di Madinah setelah Hijrah. Terdiri dari 29 ayat yaitu Juz 26 .

Lafadz wakafa billahi syahida ialah pengaalan dari surat Al Fath ayat 28. Surat ini tercantum surat Madaniyah, yakni surat yang turun dikota Madinah.

Selanjutnya merupakan arti wakafa billahi syahida dan tulisan arab serta latinnya.

وَكَفَىٰبِٱللَّهِشَهِيدًا

wa kafaa billaahi syahiidaa

Artinya: "Dan cukuplah Allah sebagai saksi."

Selanjutnya bacaan Al Quran Surat Al Fath ayat 28, dimana ada lafadz wakafa billahi syahida.

هُوَالَّذِيْٓاَرْسَلَرَسُوْلَهٗبِالْهُدٰىوَدِيْنِالْحَقِّلِيُظْهِرَهٗعَلَىالدِّيْنِكُلِّهٖۗوَكَفٰىبِاللّٰهِشَهِيْدًا

Huwallażii arsala rasulahu bil- hudaa wa diinil- haqqi liyuẓ- hirahụ alad- diini kullih, wa kafaa billaahi syahiidaa

Artinya:" Dialah yang mengutus Rasul- Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkan (agama tersebut) atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai saksi." (QS. Al Fath: 28) 

Disebut al-Fat, yang dalam bahasa Arab berarti “kemenangan”, karena diambil dari ayat pertama surah ini.  Isi utama dari surah ini adalah tentang kemenangan akhir umat Islam, pahala iman, jihad dan keikhlasan, pengampunan atas kesalahan para pejuang, peringatan kepada orang-orang kafir dan umat Islam yang bodoh dan terakhir globalisasi agama Allah.  Ayat pertama berhubungan dengan kemenangan yang sebenarnya dan ayat ke-18 berhubungan dengan ikrar baiat Ridwan.

Nabi Muhammad, damai dan berkah besertanya, sangat senang dengan wahyu dari ayat pertama dari Surat ini. Kebahagiaan ini digambarkan dalam kata-kata yang diriwayatkan oleh Sahih Bukhari;  Sungguh telah diwahyukan kepadaku sebuah surat yang lebih aku cintai dari apapun yang menyinari matahari. Kegembiraan Nabi Muhammad saw adalah bahwa ayat-ayatnya menjelaskan kemenangan Nabi saw dalam pertempuran dan kesempurnaan berkah Allah.

Sementara itu, Surat Al-Fath ayat 28 berbicara tentang semua hukum Syam yang mengandung hikmah dan manfaat Allah subhanahu wa ta'ala serta petunjuk dan rahmat. Oleh karena itu, Allah subhanahu wa ta'ala memberi tahu kita dalam hukum umum:

"Dialah yang telah mengutus rasul untuk membimbing agama yang benar agar mereka menang atas semua agama." 

Ini adalah pengetahuan berharga yang menunjukkan seseorang untuk tidak tersesat dan menjelaskan jalan yang baik dan jalan yang buruk. 

Dengan kata lain, itu adalah agama yang benar, penuh keadilan, penuh cinta dan kasih sayang.  Menurut para ahli tafsir, agama yang benar di sini adalah perbuatan baik yang menyucikan hati, mensucikan jiwa, memperbaiki akhlak dan mengangkat derajat. Dengan bukti dan bukti dan kekuatan.  Anda, Muhammad, adalah Rasul, damai dan berkah atasnya.

Wakafa Billahi Shahida Arti serta Arab

Wakafa Billahi Syahida Artinya

Wakafa Bilahi Sihidah adalah penggalan dari Al-Fath ayat 28.  Berikut ini adalah Waqafa Bilahi Sihida bahasa Arab dan terjemahannya.

وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا

Latin: Wa Kafaa Bilahih Shiida

Ini berarti:

Cukuplah Allah menjadi saksi.

Berikut ini adalah Surah Al-Fath ayat 28 dalam bahasa Arab dan terjemahannya.

لَّذِيٓ لَ لَهُۥ لْهُدَىٰ لْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ لَى

Latin: Huwallahui Arsala Rasulullah Bil-Hudaa wa Dinil-Haqqi Liuha-Hirah 'Alad-Dini Qulih, Wafaa Bihih Shihidah (Suratul Fatih 28).

Ini berarti:

Dialah yang mengutus Rasul untuk memenangkan semua agama dan jalan yang lurus.  Cukuplah Allah menjadi saksi. (Surat Fatih: 28)

Tafsir Surah Al-Fath ayat 28 sesuai Al-Muyasar / Kementerian Agama Arab Saudi

28. Dialah yang mengutus rasul Muhammad dengan penjelasan yang jelas dan agama Islam agar Allah menang atas semua agama lain. Cukuplah Allah bagimu, wahai Nabi, menjadi saksi bahwa Dia pasti akan menolongmu dan menjadikan agamamu menang atas agama-agama lain.

Makna Wakafa Billahi Syahida

Ayat Wakafa Billahi Syahida adalah pernyataan Allah SWT yang berbunyi, "Allah mencukupkan sebagai saksi." Makna dari ayat ini sangat mendalam yaitu:

1. Ketundukan Kepada Allah

Ayat ini mengingatkan umat Islam tentang pentingnya tunduk kepada Allah dan hanya mengambil-Nya sebagai saksi yang sah dalam segala urusan. Ini adalah bentuk keimanan yang kuat, di mana seseorang mengandalkan Allah sebagai saksi dalam setiap perbuatan dan keputusan mereka. Dalam hal ini, "Wakafa Billahi Syahida" menjadi pengingat agar kita selalu mengutamakan kepatuhan kepada Allah dalam semua aspek kehidupan.

2. Perlindungan dari Allah

Ayat ini juga mencerminkan bahwa Allah adalah pelindung sejati bagi umat-Nya. Allah selalu ada untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada orang-orang yang beriman. Dalam konteks Perjanjian Hudaibiyah, ayat ini mencerminkan bahwa Allah adalah saksi kesetiaan dan perlindungan-Nya terhadap Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya dalam situasi yang sulit.

3. Pengakuan Kebesaran Allah

Ayat ini juga adalah pengakuan kebesaran Allah sebagai saksi yang sah. Tidak ada yang lebih kuat dan lebih adil daripada Allah sebagai saksi. Ini mengajarkan kita untuk selalu jujur, adil, dan amanah dalam segala hal, karena Allah senantiasa menyaksikan perbuatan dan niat kita.

4. Keyakinan dalam Kemenangan Akhir

Ayat Wakafa Billahi Syahida juga mencerminkan keyakinan dalam kemenangan akhir bagi umat Islam. Meskipun pada awalnya situasi tampak sulit, perjanjian damai Perjanjian Hudaibiyah akhirnya membuka jalan bagi penyebaran Islam yang lebih luas. Allah adalah saksi atas kemenangan yang akan datang, dan ini adalah pengingat bahwa akhirnya kebaikan akan menang atas keburukan.

Wakafa Billahi Syahida dalam Perjanjian Hudaibiyah

Sebagai bagian dari Surat Al-Fath, ayat Wakafa Billahi Syahida muncul dalam Perjanjian Hudaibiyah. Peristiwa hudaibiyah ini adalah momen penting dalam sejarah Islam dan menyiratkan perubahan besar dalam hubungan antara Muslim dan musuh-musuh mereka. Awalnya, kaum Muslimin datang ke Mekah untuk melakukan ibadah umrah, tetapi mereka ditolak oleh orang-orang Quraisy. Setelah negosiasi yang panjang, perjanjian damai akhirnya dicapai antara Nabi Muhammad SAW dan pihak Quraisy.

Dalam Perjanjian Hudaibiyah, ayat Wakafa Billahi Syahida adalah tanda bahwa Allah melihat dan menyaksikan kesetiaan Muslim terhadap perjanjian ini. Meskipun pada awalnya mungkin terlihat sebagai pengorbanan dan kekalahan, Allah meyakini bahwa akhirnya, tindakan mereka akan menghasilkan kebaikan dan kemenangan yang besar bagi Islam.

Ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya kesetiaan terhadap kesepakatan dan janji, bahkan dalam situasi sulit. Itu juga merupakan pengingat bahwa Allah selalu ada untuk mendukung umat-Nya dalam perjuangan mereka.

Hikmah Wakafa Billahi Syahida dalam Kehidupan Sehari-hari

Ayat Wakafa Billahi Syahida bukan hanya berlaku dalam konteks sejarah Perjanjian Hudaibiyah. Ia juga memiliki implikasi dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Berikut adalah beberapa pelajaran yang bisa diambil dari ayat ini:

1. Kesetiaan Terhadap Kesepakatan

Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga kesetiaan terhadap janji, perjanjian, dan kesepakatan yang kita buat. Kesetiaan adalah salah satu nilai utama dalam Islam, dan "Wakafa Billahi Syahida" mengingatkan kita bahwa Allah selalu menjadi saksi terhadap tindakan kita.

2. Ketaatan kepada Allah

Ayat ini mengajarkan kita untuk selalu tunduk kepada Allah dalam segala hal. Dalam pengambilan keputusan, tindakan sehari-hari, dan dalam upaya mencapai tujuan hidup, kita harus selalu mempertimbangkan kepatuhan kepada Allah sebagai prioritas utama.

3. Kepercayaan Kepada Allah

Ayat ini juga mengajarkan kita untuk memiliki kepercayaan dan keyakinan pada Allah. Allah adalah pelindung dan saksi yang adil. Ketika kita menghadapi kesulitan dan tantangan dalam hidup, kita harus memiliki keyakinan bahwa Allah akan memberikan bantuan dan perlindungan kepada kita.

4. Kemenangan Akhir

Ayat Wakafa Billahi Syahida juga mengajarkan kita untuk tidak pernah kehilangan harapan. Meskipun pada awalnya situasi mungkin sulit, akhirnya kebaikan akan menang atas keburukan. Ini adalah pengingat bahwa Allah senantiasa bersama mereka yang bertakwa dan berusaha untuk kebaikan.

Ayat Wakafa Billahi Syahida dalam Surat Al-Fath mengandung makna mendalam yang dapat menjadi pedoman hidup bagi umat Islam. Dalam konteks Perjanjian Hudaibiyah, ayat ini mengingatkan kita tentang kesetiaan terhadap janji, tunduk kepada Allah, kepercayaan kepada-Nya, dan keyakinan akan kemenangan akhir.

Dalam kehidupan sehari-hari, ayat ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga kesetiaan, ketaatan kepada Allah, dan keyakinan dalam segala aspek kehidupan kita. "Wakafa Billahi Syahida" adalah pengingat akan kehadiran Allah sebagai saksi yang adil dan pelindung bagi umat-Nya.

Itulah penjelasan Wakafa Bilahi Sihida yang ditemukan dalam penggalan Surat Al-Fath ayat 28. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang islam.

Posting Komentar untuk "Wakafa Billahi Syahida Artinya Apa? Surat Al Fath Ayat 28"