8+ Fakta Menarik Tentang Cheetos yang akan Hilang di Pasar Indonesia

Fakta Menarik Cheetos

PepsiCo serta afiliasinya sepakat untuk menghentikan seluruh produksi, mengemas, menjual, alias memasarkan produk makanan ringan, semacam Lays, Doritos, dan Cheetos, yang bersaing dengan produk PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) di Indonesia.

Dikutip dari keterangan resmi PepsiCo, Kamis (18/2), kesepakatan itu berlaku semenjak Agustus 2021 hingga tiga tahun ke depan, yakni 2024. Namun, perusahaan akan masih memperkenalkan produk Quaker oat di Indonesia.

"Untuk periode tiga tahun semenjak Agustus 2021, PepsiCo dan afiliasinya sudah sepakat untuk tak memproduksi, mengemas, menjual, hingga memasarkan produk makanan ringan ini, yang akan bersaing dengan produk IFL di Indonesia," ungkap manajemen dalam siaran pers.

Cheetos disukai oleh hampir semua penyuka makanan ringan di seluruh dunia, namun tak sedikit orang-orang mungkin tak akan tahu tentang sejarah di balik camilan yang renyah ini.

Berikut Fakta Menarik Cheetos yang Jarang Diketahui

1. Arti nama Cheetos

Tidak ada penjelasan tentang bagaimana nama Cheetos diperoleh, namun berbagai orang-orang mengira itu merupakan terkait dengan Fritos.

Karena Cheetos awalnya dibangun dengan bahan-bahan Fritos, nama tersebut kemudian digabungkan dari kata cheesy Fritos sehingga menjadi "Cheetos".

2. Sejarah Cheetos

Cheetos ditemukan pada tahun 1948 oleh pendiri Fritos Charles Elmer Doolin di Dallas, Texas. Namun, kala itu Doolin belum mempunyai sumber daya untuk mengangkat makanan ringannya ke seluruh negeri.

Doolin kemudian bekerjasama dengan pengusaha keripik kentang Herman W.Lay untuk menghadirkan Cheetos secara nasional, dan produk kentang bernama Fritatos.

Cheetos terbukti sukses memikat hati masyarakat sehingga, pada 1961, Doolin dan Lay menggabungkan dua perusahaan mereka untuk membentuk Frito-Lay Inc.

3. Maskot Cheetos

Maskot Cheetos pertama merupakan tikus animasi bernama Cheetos Mouse, yang mengawali debutnya pada awal tahun 1971. Maskot tersebut kemudian digantikan oleh Chester Cheetah pada tahun 1986.

4. Satu Cheetos sempat mencapai angka US$99 ribu

Dikutip dari Delish, pada tahun 2017, seseorang menemukan Flamin 'Hot Cheetos yang tampak semacam Harambe, seekor gorila yang menjadi populer di internet seusai ditembak dan dibunuh di Kebun Binatang Cincinnati.

Penjual mendapat lebih dari enam digit untuk makanan ringan berbentuk aneh tersebut. Semenjak itu, tak sedikit orang-orang mulai mencari bentuk-bentuk aneh Cheetos dan menjualnya pada kolektor dengan harga yang tinggi.

5. Bikin Ketagihan

Menurutnya (Children's MD) yang merupakan pakar kesehatan, sudah mengklaim bahwa rempah-rempah cabai merah yang ditemukan dalam varian rasa Flamin 'Hot Cheetos mengandung bahan kimia alamiah capsaicin, yang memberi sinyal pada tubuh untuk melepaskan opioid serta endorfin alami.

Beberapa orang berpikir bahwa tubuh dapat mulai memerlukan endorfin ini, membikin orang-orang menjadi ketagihan untuk memakan makanan ini.

Namun, sementara penelitian sudah menunjukkan capsaicin terbukti melepaskan endorfin, tak ada bukti untuk menandakan seseorang dapat menjadi kergantungan pada endorfin ini alias memperlukan capsaicin. Dengan tutorial yang sama semacam kita mengharapkan molekul kafein alias nikotin.

6. Ide di balik Flamin 'Hot Cheetos

Salah satu varian rasa Cheetos ialah Flamin 'Hot Cheetos, Varian jenis ini pertama kali diciptakan oleh pekerja pabrik yang berumur 12 tahun yaitu Richard Montañez.

Dikutip dari The Kansas City Star, pada 1976, Montañez ditelepon oleh CEO Roger Enrico. Ketika Montañez sedang mempresentasikan inspirasi produknya, Enrico menyukai inspirasi tersebut.

Flamin 'Hot Cheetos pertama kali dihadirkan pada awal tahun 1990-an, dan sukses besar semenjak itu. Montañez juga sudah berhasil melewati perusahaan dari pekerjaan aslinya sebagai petugas kebersihan, tergolong menjabat sebagai wakil presiden eksekutif di perusahaan.

7. Produk pertama Cheetos

Produk Cheetos yang pertama kali sempat dihadirkan ialah Crunchy Cheetos.

Crunchy Cheetos ditemukan pada tahun 1948 di San Antonio, Texas. Dan itu menjadi satu-satunya produk Cheetos dari merek tersebut hingga diperkenalkannya Cheetos Puffs pada tahun 1971.

8. Restoran Cheetos

Disebut Spotted Cheetah, restoran Cheetos pertama kali dibuka di Tribeca di New York City.

Restoran ini menampilkan dekorasi yang terinspirasi Cheetos dan menu yang menampilkan makanan ringan klasik tersebut.

Demikian fakta menarik tentang cheetos yang akan menghilang di pasaran indonesia. Rasanya belum lama kita menikmati makanan ringan ini, tau-tau sudah akan menghilang di pasar indonesia, Sayonara Cheetos. 

Sumber CNNindonesia

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url